Rachmadin Ismail - detikFinance
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan aksi seruan boikot yang dilakukan sejumlah LSM asing terhadap perkebunan kelapa sawit (CPO) di Indonesia. SBY merasa aksi tersebut tidak fair.
"Saya dengar ada semacam aksi boikot melawan atau melarang perkebunan kelapa sawit. Saya terus terang kalau ada aksi itu menurut saya kurang fair. Karena kita hidup dalam percaturan global juga harus fair satu sama lain," kata SBY.
Hal tersebut dia sampaikan saat berpidato di hadapan 128 perwakilan negara asing di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2012).
Menurut SBY, melarang sebuah negara untuk tidak berkebun kelapa sawit itu bukan opsi yang baik. Apalagi di Indonesia, negara berkembang yang masih membutuhkan kelapa sawit untuk mengatasi kemiskinan.
"Saya setuju ke depan kami Indonesia lebih efektif di dalam mengontrol dan mengawasi perkebunan kelapa sawit. Saya setuju 200% untuk tidak merusak lingkungan," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, SBY juga menegaskan komitmennya untuk bekerjasama dengan dunia internasional untuk menyelesaikan masalah ini. Lewat kerjasama itu, diharapkan perkebunan kelapa sawit masih bisa berjalan tanpa memiliki dampak lingkungan yang berarti.
"Saya menyampaikan seperti itu karena saya juga sangat committed. Saya ingin betul tidak ada yang aneh-aneh yang lalai yang merusak dari apa yang dilaksanakan oleh dunia perkebunan itu," terangnya.
Seperti diketahui beberapa tahun terakhir produk sawit Indonesia banyak kena kampanya hitam di dunia internasional. Misalnya kasus tuduhan perusakan hutan untuk lahan sawit oleh LSM asing. Bahkan saat ini Indonesia bakal kena hambatan perdagangan soal produk CPO untuk bahan baku biodiesel oleh AS.
(mad/hen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar